Subscibe in a Reader

Kamis, 29 November 2012

DROPSHIPPER

Mumpung cuaca di kota Semarang ini sedang dingin, saya ingin berbagi info sedikit. Semoga tidak salah. jika salah semoga ada yang mau membenarkan.

Ok Langsung Saja.

Topik yang akan saya bahas pada malam hari ini adalah tentang usaha jual beli online dengan modal kecil (bukan tanpa modal) dan resiko yang relatif kecil. Ini bukan sesuatu yang instan, tapi butuh perjuangan.

Ini adalah tentang proses jual beli, yang secara gambaran kasar mirip makelar, tapi bukan makelar!

Dalam artikel ini akan saya gunakan beberapa istilah.

DROPSHIPER       = Penjual / Reseller
DROPSHIPPING   = Pemilik barang
Komsumen

Aneh bukan........, istilah yang saya sendiri baru mendengarnya beberapa bulan yang lalu. Hehehehehehehe. Akan tetapi ini cukup bagus bagi anda dan saya yang ingin punya usaha tapi bermodalkan cekak.

Yang menarik dalam proses ini adalah, dimana kita sebagai penjual tidak harus membeli barang - barang dari suplier atau dalam istilah JAWAnya KULAK'AN. Kita sebagai DROPSHIPPER, cukup meminda data detail dan foto - foto dari barang yang akan kita jual kepada suplier atau DROPSHIPPINGnya. Nah disini sudah jelas modal yang kita butuhkan adalah pulsa(sms, telepon, internet, BB), seperangkat komputer / tablet, kita tidak butuh modal untuk membeli / nyetok barang dari suplier, cukup meminta data lengkap barangnya saja.

Nah yang unik sebenarnya dari proses transaksinya.
1. anda mendapatkan / meminta data informasi barang dari supplier / DROPSHIPPING
2. anda mengiklankan informasi barang tersebut ke berbagai media sebagai reseller / DROPSHIPPER

Perhatikan :
3. Ketika ada konsumen / pembeli yang tertarik dengan barang yang anda tawarkan, maka konsumen akan membayar kepada anda sejumlah harga barang yang anda tentukan ditambah dengan ongkos kirim dari alamat supplier / DROPSHIPPING ke alamat konsumen anda, bukan ongkos kirim dari alamat kita sebagai reseller / DROPSHIPPER ke alamat konsumen.
4. Setelah konsumen membayar kepada anda, maka anda akan membayar kepada supplier sejumlah uang untuk membeli barang yang akan anda jual sesuai dengan harga yang supplier tetapkan beserta dengan ongkos kirim yang sebelumnya telah dibayarkan konsumen kepada anda. Dan tentu saja alamat lengkap dari konsumen, agar suplier anda tahu kemana tujuan pengirimannya.
5. Supplier anda akan mengirimkan barang kepada konsumen anda dengan identitas pengirim adalah anda, sehingga konsumen anda akan tetap menganggap andalah yang mengirim barang.

Yah... begitulah cara kerjanya. 
Akan tetapi tentu saja setiap hal mempunyai keuntungan dan kerugiannya.

Keuntungan :
1. modal relatif kecil, karena tidak harus beli barang.
2. kegiatan bisa dilakukan dari kos - kosan
3. resiko untuk rugi karena ada barang yang rusak relatif kecil.

Kerugian :
1. berulang kali harus konfirmasi stok dan harga barang jika ada konsumen yang mau beli.
2. musti pandai memilih supplier, jika tidak nama baik kita sebagai seller akan jatuh(bangunnya lagi bakalan lebih susah......percaya deh!!!!). Saya bilang resikonya kecil bukan tanpa resiko.

Nah menarik bukan, tiada salahnya dicoba. Kita bisa menemukan supplier - supplier yang seperti ini di forum - forum besar seperti KASKUS.CO.ID. Atau kita bisa menawarkan konsep ini kepada supplier, karena kebanyakan yang tahu konsep ini seller -seller online yang baru - baru, untuk yang pemain lama kadang belum kenal, itu dari survei ane sendiri lho.

Nah semoga info yang sudah basi ini dapat sedikit membantu. 

Hormat Kami,


Sumurboto.com






Tidak ada komentar:

Posting Komentar